Selasa, 24 Mei 2016
GOLDEN GOODBYE
Sebuah perpisahan yang baik, bukan hanya BERSEDIH-sedihan atau menjadikan perpisahan sebagai akhir, tetapi kita selain juga berpisah dari hal yang tiga: “Tidak mendamaikan, tidak menggembirakan dan menjauhkan kita dari rasa syukur.” Dengan berpisah dengan ketiga hal tersebut, maka akan terbentuk kegembiraan dan awal dari kesuksesan. Karena KEGEMBIRAAN berasal dari tiga kata: Kegembiraan dalam kedamaian yang penuh dalam kesyukuran.
S elain gembira, hal yang dapat diperoleh adalah awal kesuksesan debgan diiringi dengan PERUBAHAN. Perubahan menjadi yang lebih baik. Komponen terpenting dalam jadwal merubah diri adalah MULAINYA. So,kapan kita mulai berubah? Sekarang! Inilah salah satu factor kenapa pendidikan di Indonesia kurang maju, karena anak-anak di Indonesia bersifat STATIS. Di Negara maju, pendidikan di sana lebih singkat dan praktis. Jam belajarnya lebih sedikit, liburan lebih banyak, dan tidak ada Ujian Nasional, tetapi pendidikan disana LEBIH MAJU. Kenapa hal itu bias terjadi? Karena siswa-siswi disana MAU BERUBAH. Dan mereka memaknai sebuah kegagalan itu biasa, karena yang penting bukan berhasilnya tetapi PROSES NYA. Sekali lagi kapan kita mulai berubahmenjadi pribadi yang lebihbaik? S ekarang!
Oke,setelah kita memulai perubahan saatnya kita untuk menentukan TUJUAN. Karena sehebat apapun seseorang, jika tanpa tujuan tidak ada apa-apanya. So, apa tujuan Anda? Terserah apa tujuan Anda, IMPIKAN yang besar. Karena impian semakin baik jika impian tersebut sulit dicapai. Sebaliknya, semakin mudah impian itu dicapai, itu namanya RENCANA. Karena tidak ada kan orang yang impiannya makan?! Tidak ada, yang ada orang rencananya makan. Jadi IMPIKANLAH TUJUAN Anda setinggi mungkin. Ingat! S elama melibatkan Tuhan, tidak ada hal yang tidak mungkin. Kalau kita mau berusaha PASTIBISA.
Kesimpulan:
“Dalam PERPISAHAN yang indah ini, jadikanlah pribadi kita GEMBIRA karena juga berpisah dari tiga hal: tidak mendamaikan, tidak menggembirakan, dan menjauhkan kita dari rasa syukur. Dan jadikanlah perpisahan bukan akhir tetapi sebagai AWAL PERUBAHAN menuju pribadi yang lebih baik dengan menetapkan TUJUAN dan IMPIAN yang tinggi. Jangan takut gagal apabila tujuan dan impian Anda tidak tercapai,selama kita berusaha dan berdoa kepada Tuhan. Terakhir, apabila apa yang Anda PIKIRKAN, LAKUKAN dan UCAPKAN itu BAIK, maka
TIPS BELAJAR EFEKTIF
TIPS BELAJAR EFEKTIF
Gw baru habis ambil modul learning how to learn di coursera. Modul ini ngomongin soal cara belajar yg terbaik, sesuai gimana otak kerja. Ada bagian yg ngomongin soal gimana caranya supaya bisa ada di performa terbaik saat tes. Untuk tes2 kedepan mungkin kalian bisa coba terapkan dan lihat kalo metode ini pas buat kalian
https://drive.google.com/file/d/0B9JJ2XJI9IDeNTU4eXUzSnVDTTQ/view?usp=drivesdk
https://drive.google.com/file/d/0B9JJ2XJI9IDeQ1VXUk1fZkUxaDg/view?usp=drivesdk
Gw baru habis ambil modul learning how to learn di coursera. Modul ini ngomongin soal cara belajar yg terbaik, sesuai gimana otak kerja. Ada bagian yg ngomongin soal gimana caranya supaya bisa ada di performa terbaik saat tes. Untuk tes2 kedepan mungkin kalian bisa coba terapkan dan lihat kalo metode ini pas buat kalian
https://drive.google.com/file/d/0B9JJ2XJI9IDeNTU4eXUzSnVDTTQ/view?usp=drivesdk
https://drive.google.com/file/d/0B9JJ2XJI9IDeQ1VXUk1fZkUxaDg/view?usp=drivesdk
Senin, 23 Mei 2016
💭AMERIKA VS CHINA: PENDIDIKAN DI EKSTREM KIRI DAN KANAN💭
〰〰〰〰〰〰〰
"Belum pernah ada peneliti dari institusi riset China yang memenangkan Nobel Prize. Bahkan, satu-satunya Chinese yang pernah memenangkan Nobel Prize, menempuh pendidikan tinggi di Amerika."
Di sebuah artikel Ozy.com berjudul Debunking The Shanghai Secret, penulisnya Quanyu Huang memberikan perbandingan antara sistem pendidikan di Amerika dan China. Dua negara ini bisa dibilang adalah negara besar: Amerika adalah negara adidaya yang menjadi kiblat di banyak industri, sementara China mulai mendominasi perekonomian dunia.
Ternyata, pada akhir 1970an, Amerika dan China pernah saling membandingkan sistem pendidikan mereka. Masing-masing mengirimkan tim ahli untuk menginvestigasi sistem pendidikan masing-masing. Dan masing-masing tim kaget dengan apa yang mereka temukan.
Tim ahli dari China kaget melihat pelajar-pelajar di Amerika yang bener-bener gak punya disiplin, nakal banget, sampai guru kadang harus memohon-mohon untuk diperhatikan. Kemampuan matematika dan sains dari murid-murid Amerika di sekolah dasar dan menengah juga kalah jauh dibandingkan murid-murid di sekolah China. Tim Ahli China pun menyebut pendidikan di Amerika sick beyond treatment.
Di sisi lain, tim ahli dari Amerika bener-bener kaget karena murid-murid di China bisa dibilang “terlalu disipilin”. Mereka duduk tenang di kelas, dan gak ada mata yang gak memperhatikan guru di depan. Belum lagi jam sekolah yang jauh lebih panjang, dan PR yang lebih banyak. Hasilnya, kemampuan matematika dan sains mereka jauh lebih tinggi. Tim ahli Amerika pun menyebut para murid di China sebagai the most diligent in the world.
Tapi…
Tapi itu di tahap-tahap awal, alias sekolah dasar dan menengah. Ternyata, di masa depan, pendidikan Amerika yang katanya sick beyond treatment itu mampu menghasilkan berbagai inovasi dan penelitian yang punya dampak positif bagi dunia internasional.
Sementara, sistem pendidikan China kelihatannya gak membuahkan dampak yang signifikan. Nobel Prize, contohnya. Per 2014 lalu, belum pernah ada peneliti dari institusi riset China yang memenangkan Nobel Prize. Bahkan, satu-satunya Chinese yang pernah memenangkan Nobel Prize, menempuh pendidikan tinggi di Amerika.
Well, terlepas dari kemungkinan bahwa Nobel Prize mungkin aja adalah sebuah konspirasi, tetep aja ini sesuatu yang perlu kita pertanyakan. Kalau sistem pendidikan di Amerika bobrok, kenapa bisa melahirkan banyak ilmuwan dan inovator luar biasa?
Jawabannya (mungkin kalian udah tahu) adalah karena sistem pendidikan Amerika melatih independent thinking. Pendidikan Amerika gak ngasih murid-muridnya ikan, seperti yang China lakukan, tapi justru ngajarin murid-muridnya cara memancing.
Emang sih, ngajarin murid-murid cara memancing bakal makan waktu lebih lama daripada langsung ngasih ikannya. Makanya, di sekolah dasar dan menengah, murid-murid Amerika kalah jauh dibandingkan murid-murid China. Tapi, namanya investasi jangka panjang, ya hasilnya baru berbuah di masa depan. Murid-murid di China kebingungan pas masuk ke dunia nyata, karena selama ini cuma dikasih makan, sementara murid-murid di Amerika berhasil melahirkan berbagai inovasi karena dari kecil diajarin caranya memancing.
It takes two to tango. Masing-masing sistem punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Coba aja Amerika meningkatkan kemampuan murid-muridnya dalam matematika dan sains, sementara China lebih mendorong kreativitas dan pemikiran kritis ke murid-muridnya, dua-duanya bakal jadi jauh lebih baik, kan?
Ngomong-ngomong, Indonesia gimana, nih?
- Raisa Nabila [ziliun]
Skill Dasar buat Pemuda
7 Soft Skills yang Harus Dimiliki Anak Muda
1. Percaya Diri
Menjadi percaya diri bukan cuma berarti jago public speaking, gaes. Menjadi percaya diri juga berarti berani menyuarakan pendapat kamu. Percuma banget ‘kan kalau kamu punya ide brilian tapi nggak berani menyampaikannya?
Pupuk terus kepercayaan diri kamu dengan memperbaiki bahasa tubuh dan kemampuan bersosialisasi kamu. Dan jangan lupa, don’t be afraid of hate comments. Semua orang pasti punya opini, dan opini-opini tersebut nggak ada yang benar ataupun salah. Jadi kamu sama sekali nggak perlu mengkhawatirkan pendapat orang mengenai kamu atau isi kepala kamu.
2. Emotional Intelligence
Salah satu penyakit anak muda kekinian zaman sekarang, tuh, baperannya minta ampun! Supaya nggak ikut baperan, kamu harus jago mengontrol emosi supaya nggak nyusahin diri kamu sendiri maupun lingkungan kamu. Males banget ‘kan, kalau lagi asyik hang out bareng teman, tiba-tiba kamu nangis tanpa sebab? Suasana hang out-nya pun pasti jadi nggak nyaman.
Selain mengontrol diri sendiri, kamu juga harus bisa memahami perasaan orang lain alias berempati. You are not the only living thing with feelings! Selalu pertimbangkan perasaan orang lain dulu setiap kali kamu mau melakukan atau mengatakan sesuatu.
3. Komunikasi dan negosiasi
Kemampuan yang satu ini wajib banget kamu kuasai, tanpa terkecuali! Soalnya, masalah sering banget terjadi cuma gara-gara miskomunikasi. So be a good comunicator!
Selain kemampuan berkomunikasi, kuasai juga kemampuan negosiasi (FYI, negosiasi, tuh, beda dengan manipulasi, lho, gaes). Kemampuan negosiasi bisa membantu hidup kamu dalam banyak hal, baik dalam bersosialisasi maupun ekonomi. Buktinya, ibu-ibu yang jago negosiasi pasti sering dapat harga miring saat belanja di pasar. Simpel tapi sangat berguna, bukan?
4. Kemampuan mengatur waktu
Misalnya, nih, karena reputasi kinerja kamu oke banget, kamu jadi sering dimintai tolong anu-itu oleh dosen, orang tua, teman, atau organisasi kampus. Trus, karena nggak enak, kamu meng-iya-kan semuanya, sampai ujung-ujungnya kamu kewalahan sendiri.
Nggak salah, kok, kalau kamu ingin membuktikan bahwa kamu sanggup melakukan semua pekerjaan yang dipercayakan ke kamu. Tapi lebih baik kalau kamu nggak memaksakan diri. Kalau memang harus banget mengerjakan banyak hal, buat timetable yang jelas untuk mengatur waktu kamu dalam menyelesaikan segala tugas.
5. Kepemimpinan
Are leaders born or made? That was debatable, sampai berbagai studi mengatakan sifat kepemimpinan lebih cenderung terbentuk, bukan bawaan lahir. Meskipun pasti ada perbedaan antara para natural-born leaders dan trained leaders, sifat kepemimpinan tetap bisa (dan harus) diasah, gaes!
Cara ngasahnya gimana? Pastikan dulu kamu bisa mengatur diri kamu sendiri, sebelum mulai mengatur orang lain. Selain itu, kamu juga wajib punya rasa tanggung jawab yang sangat besar atas segala hal yang kamu lakukan.
Oya, FYI, kepemimpinan nggak selalu berkaitan dengan jabatan, lho. Seorang bos atau CEO belum tentu seorang pemimpin yang baik.
6. Berpikir kritis
Berpikir kritis, tuh, maksudnya gimana, sih? Maksudnya, kamu harus bisa mencerna dan memecahkan masalah dengan kreatif dan efektif. Kamu juga harus bisa menganalisa masalah dengan cepat dan tepat.
Kalau kamu membiasakan diri berpikir kritis dalam menghadapi sesuatu, kamu jadi nggak gampang panik saat menghadapi situasi genting. Kamu juga jadi mampu memahami pola berbagai kejadian yang terjadi di sekitar kamu sehingga ujung-ujungnya, kamu jadi lebih proaktif.
7. Kemampuan bekerja sama dalam tim
Di dunia ini, nggak ada pekerjaan yang bisa dikerjain sendirian! Makanya, pertanyaan “apakah kamu bisa bekerja dalam tim?” selalu ditanyakan ke kamu ketika kamu wawancara, baik wawancara kerja maupun wawancara masuk kepanitiaan atau organisasi.
Pokoknya, mulai dari mengerjakan tugas kecil sampai proyek besar, kamu harus bisa menjaga keharmonisan dan kekolektifan tim kamu. Duh, mirip pacaran, ya? Iya, dong. Pacaran aja ‘kan perlu teamwork yang baik. Apalagi dalam bekerja?
Dalam teamwork, yang paling penting kamu nggak boleh egois dan merasa paling benar. Hargai pendapat dan kerja keras orang lain. Usahakan jangan ada anggota tim yang lelet dalam bekerja, karena pasti bakal membuat kerja seluruh tim kamu terhambat (sebaliknya, jangan sampai kamu yang bersikap egois sendirian trus malah nyusahin tim kamu!). Last but not least, jangan pernah merasa sungkan untuk memberi atau meminta bantuan.
Baca artikel lengkapnya di sini:
http://www.youthmanual.com/post/sudut-pandang/7-soft-skills-yang-harus-dimiliki-oleh-setiap-anak-muda
1. Percaya Diri
Menjadi percaya diri bukan cuma berarti jago public speaking, gaes. Menjadi percaya diri juga berarti berani menyuarakan pendapat kamu. Percuma banget ‘kan kalau kamu punya ide brilian tapi nggak berani menyampaikannya?
Pupuk terus kepercayaan diri kamu dengan memperbaiki bahasa tubuh dan kemampuan bersosialisasi kamu. Dan jangan lupa, don’t be afraid of hate comments. Semua orang pasti punya opini, dan opini-opini tersebut nggak ada yang benar ataupun salah. Jadi kamu sama sekali nggak perlu mengkhawatirkan pendapat orang mengenai kamu atau isi kepala kamu.
2. Emotional Intelligence
Salah satu penyakit anak muda kekinian zaman sekarang, tuh, baperannya minta ampun! Supaya nggak ikut baperan, kamu harus jago mengontrol emosi supaya nggak nyusahin diri kamu sendiri maupun lingkungan kamu. Males banget ‘kan, kalau lagi asyik hang out bareng teman, tiba-tiba kamu nangis tanpa sebab? Suasana hang out-nya pun pasti jadi nggak nyaman.
Selain mengontrol diri sendiri, kamu juga harus bisa memahami perasaan orang lain alias berempati. You are not the only living thing with feelings! Selalu pertimbangkan perasaan orang lain dulu setiap kali kamu mau melakukan atau mengatakan sesuatu.
3. Komunikasi dan negosiasi
Kemampuan yang satu ini wajib banget kamu kuasai, tanpa terkecuali! Soalnya, masalah sering banget terjadi cuma gara-gara miskomunikasi. So be a good comunicator!
Selain kemampuan berkomunikasi, kuasai juga kemampuan negosiasi (FYI, negosiasi, tuh, beda dengan manipulasi, lho, gaes). Kemampuan negosiasi bisa membantu hidup kamu dalam banyak hal, baik dalam bersosialisasi maupun ekonomi. Buktinya, ibu-ibu yang jago negosiasi pasti sering dapat harga miring saat belanja di pasar. Simpel tapi sangat berguna, bukan?
4. Kemampuan mengatur waktu
Misalnya, nih, karena reputasi kinerja kamu oke banget, kamu jadi sering dimintai tolong anu-itu oleh dosen, orang tua, teman, atau organisasi kampus. Trus, karena nggak enak, kamu meng-iya-kan semuanya, sampai ujung-ujungnya kamu kewalahan sendiri.
Nggak salah, kok, kalau kamu ingin membuktikan bahwa kamu sanggup melakukan semua pekerjaan yang dipercayakan ke kamu. Tapi lebih baik kalau kamu nggak memaksakan diri. Kalau memang harus banget mengerjakan banyak hal, buat timetable yang jelas untuk mengatur waktu kamu dalam menyelesaikan segala tugas.
5. Kepemimpinan
Are leaders born or made? That was debatable, sampai berbagai studi mengatakan sifat kepemimpinan lebih cenderung terbentuk, bukan bawaan lahir. Meskipun pasti ada perbedaan antara para natural-born leaders dan trained leaders, sifat kepemimpinan tetap bisa (dan harus) diasah, gaes!
Cara ngasahnya gimana? Pastikan dulu kamu bisa mengatur diri kamu sendiri, sebelum mulai mengatur orang lain. Selain itu, kamu juga wajib punya rasa tanggung jawab yang sangat besar atas segala hal yang kamu lakukan.
Oya, FYI, kepemimpinan nggak selalu berkaitan dengan jabatan, lho. Seorang bos atau CEO belum tentu seorang pemimpin yang baik.
6. Berpikir kritis
Berpikir kritis, tuh, maksudnya gimana, sih? Maksudnya, kamu harus bisa mencerna dan memecahkan masalah dengan kreatif dan efektif. Kamu juga harus bisa menganalisa masalah dengan cepat dan tepat.
Kalau kamu membiasakan diri berpikir kritis dalam menghadapi sesuatu, kamu jadi nggak gampang panik saat menghadapi situasi genting. Kamu juga jadi mampu memahami pola berbagai kejadian yang terjadi di sekitar kamu sehingga ujung-ujungnya, kamu jadi lebih proaktif.
7. Kemampuan bekerja sama dalam tim
Di dunia ini, nggak ada pekerjaan yang bisa dikerjain sendirian! Makanya, pertanyaan “apakah kamu bisa bekerja dalam tim?” selalu ditanyakan ke kamu ketika kamu wawancara, baik wawancara kerja maupun wawancara masuk kepanitiaan atau organisasi.
Pokoknya, mulai dari mengerjakan tugas kecil sampai proyek besar, kamu harus bisa menjaga keharmonisan dan kekolektifan tim kamu. Duh, mirip pacaran, ya? Iya, dong. Pacaran aja ‘kan perlu teamwork yang baik. Apalagi dalam bekerja?
Dalam teamwork, yang paling penting kamu nggak boleh egois dan merasa paling benar. Hargai pendapat dan kerja keras orang lain. Usahakan jangan ada anggota tim yang lelet dalam bekerja, karena pasti bakal membuat kerja seluruh tim kamu terhambat (sebaliknya, jangan sampai kamu yang bersikap egois sendirian trus malah nyusahin tim kamu!). Last but not least, jangan pernah merasa sungkan untuk memberi atau meminta bantuan.
Baca artikel lengkapnya di sini:
http://www.youthmanual.com/post/sudut-pandang/7-soft-skills-yang-harus-dimiliki-oleh-setiap-anak-muda
TIPS SURVIVE DI SEMESTER PERTAMA PERKULIAHAN
1. Bersosialisasi
Temui banyak orang yang Anda bisa, perkenalkan diri anda kepada mereka, tersenyum dan percaya diri. Orang-orang tersebut kemungkinan besar akan menjadi orang yang selalui anda temui dalam tiga atau empat tahun kedepan. Beberapa diantara mereka mungkin akan menjadi teman baik anda, beberapa lainnya mungkin akan membuat urusan anda di bagian akademik lebih mudah.
2. Jadilah diri sendiri
Jangan bergaya seperti orang lain, jangan menunjukkan kepalsuan. Cepat atau lambat orang-orang akan tahu dengan bagaimana aslinya anda. Jadi tunjukkan diri apa adanya, jadilah diri sendiri. Anda akan lebih percaya diri dan lebih memikat banyak orang.
3. Jaga mulut
Simpan pendapat anda tentang kepribadian orang lain sampai Anda tahu siapa yang dapat Anda percaya. Jangan juga terlalu cepat menghakimi orang lain tentang sikap dan kelakuannya. Terlalu cepat menghakimi orang lain akan membuat anda sulit bergaul.
4. Tetap terhubung ke orang rumah
Hubungi orang rumah dan kabarkan kondisi anda kepada keluarga (bahkan jika Anda tidak benar-benar berpikir itu perlu). Mereka mungkin lebih khawatir daripada Anda.
Semua orang biasaya merasa setidaknya sedikit rindu pada rumah dan keluarganya, dan khawatir atau merasa down. Coba untuk berbicara kepada teman-teman yang dapat Anda percaya, dan mungkin anda dapat menulis/menelepon keluarga di rumah.
5. Kirim pakaian kotor ke laundry
Penting untuk tetap berhemat saat kuliah, tapi jaga juga kesehatan dan waktu anda. Semester pertama biasaya adalah berisi waktu kuliah yang sangat padat, karena itu jangan paksakan mencuci baju sendiri.
6. Segarkan tubuh dan pikiran
Sisihkan sedikit waktu untuk refreshing dan meregangkan fisik dan otak. Tidur dan berolah raga adalah dua hal yang penting terkait dengan kesegaran tubuh dan pikiran. Usahakan untuk tidur siang selama 15-30 menit setiap hari. Istirahat sangat penting untuk menjaga vitalitas tubuh. Olah raga setiap pagi dan jalan-jalan seminggu sekali bisa menjadi alternatif untuk menjauhkan stress dari pikiran sekaligus menjaga tubuh tetap bugar.
7. Ikuti kegiatan ekstrakurikuler kampus/Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
Bergabung dengan unit kegiatan kampus memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan kampus dan pasca kampus anda. UKM adalah adalah sarana untuk mengasah softskill anda seperti cara berkomunikasi, pengendalian emosi, dan skill lain yang berhubungan dengan UKM terkait. UKM juga bisa menjadi sarana untuk membangun jaringan anda di luar kuliah, sehingga kelak setelah selesai kuliah, anda akan memiliki jaringan yang relatif luas yang mungkin bermanfaat dalam membangun karir.
8. Perluas jaringan
Jangan terlalu tergantung pada satu kelompok kecil mahasiwa dan mengabaikan orang lain. Anda akan kehilangan kesempatan untuk membangun relasi dengan teman-teman baik lainnya. Relasi dengan banyak orang bisa membuat kehidupan kampus anda lebih mudah dijalani dan mungkin akan sangat berguna setelah anda selesai kuliah nanti.
9. Jaga pergaulan
Usahakan untuk berkumpul dengan teman-teman dengan kelakuan yang baik. Bukan berarti tidak boleh bergaul dengan semua orang, tapi ketahui batas yang wajar dalam berinteraksi antar teman. Jangan biarkan anda terbawa perilaku buruk yang akan merugikan diri sendiri dan mungkin orang lain.
10. Jangan merokok
Pada dasarnya manusia tidak punya alasan untuk merokok. Kadang ada mahasiswa yang merokok karena merasa masalahnya adalah yang paling berat sehingga menjadikan rokok sebagai pelariannya. Padahal rokok tidak akan mengobati apapun (hingga hari ini) kecuali memenuhi nafsu penghisapnya dan merusak kesehatan.
11. Memasak sendiri
Memasak berbeda dengan mencuci pakaian, jika mencuci pakaian sebaiknya anda bawa k binatu, makanan sebaiknya anda masak sendiri. Pertama, memasak sendiri akan jauh lebih murah daripada membeli makanan jadi di warung makan. Kedua, dengan memasak sendiri anda bisa mengontrol keamanan makanan yang anda makan.
12. Manajemen waktu
Saat sekolah, waktu kita sehari-hari sangat jelas, pagi pukul 7 hingga siang sekitar pukul 13 hingga 14 kita habiskan di sekolah. Begitu setiap harinya. Di kampus, waktu ini bisa menjadi sangat fleksibel. Lakukan adaptasi dengan cepat.
Mahasiswa perlu bersosialisasi, tidak ada masalah jika sekali atau dua kali nongkrong di kafe atau warung kopi. Selain bersosialisasi, nongkrong atau ngopi bisa menjadi salah satu sarana untuk refreshing. Tapi jangan sampai terlalu sering, atur waktu hangout dengan teman agar tidak membuat kacau waktu belajar dan istirahat. Kuatkan semangat untuk dan dengan bangun pagi. Jika pagi hari bisa di jalani dengan baik, waktu-waktu selanjutnya akan relatif lebih mudah untuk dijalani.
13. Budgeting
Ada mahasiswa yang dibekali banyak uang, ada yang sangat terbatas keuangannya. Yang manapun anda, rencanakan keuangan selama awal kuliah ini, dan pada waktu-waktu selanjutnya. Terlalu boros dapat menghadapkan anda pada resiko kelaparan. Pastikan anda selalu memiliki tabungan untuk saat-saat terdesak. Untuk masa awal kuliah ini, sebaiknya jangan dulu mencari kerja sambilan, tapi jika anda merasa mampu, anda bisa melakukannya dengan tetap menjaga waktu dan stamina untuk kegiatan yang utama, yaitu kuliah.
14. Bersungguh-sungguh
Anda berada di Uni selama beberapa tahun, karena itu lakukan hal-hal terbaik yang anda bisa. Kuliah akan berlalu begitu saja, karena itu manfaat waktu tersebut sebaik mungkin untuk mendapatkan nilai yang baik. Nilai C ke bawah kemungkinan akan membuat semester-semester selanjutnya agak berat dijalani.
15. Jalani dan nikmati
Anda hanya sekali mengalami masa awal kuliah, jadikan masa ini sebagai waktu yang berkesan, jalani dengan bersemangat, nikmati setiap prosesnya. Orang bilang masa sma adalah masa terindah, maka masa kuliah adalah masa terbaik. Hadapi dunia yang baru ini dengan keyakinan dan kepercayaan diri. Enjoy your study!
Sumber : JurusanKuliah | iCampus Indonesia
Jumat, 06 Mei 2016
Sepuluh Wasiat Berpikir Positif #thinkpositive
1. Keinginan yang Menggebu (teruskan pikirkan,rencanakan,kerjakan!)
10. Perhatian Individual dan Kegiatan Harian (lakukan kegiatan hiburan untuk melepas penat setelah belajar/bekerja)
"Sesuatu yang ada dalam akalku,menguasai pikiranku,hidup di hatiku, dan mengalir bersama sel-sel darahku harus keluar menjadi nyata dalam kehidupan." (Louis Braille)2. Keputusan yang Kuat (putuskan untuk menjadi paling baik dalam hidup,lakukan yang terbaik)
"Keputusan yang kuat tidak membuka celah bagi keraguan. Ia memberi kekuatan yang luar biasa untuk mewujudkan impian."(Ibrahim Elfiky)3. Bertanggung Jawab Penuh (tidak menyalahkan siapapun,menghargai waktu dan konsentrasi pada tujuan)
"Keberhasilan pada tingkat apapun menuntut seseorang untuk bertanggung jawab penuh. Satu-satunya sikap yang menyatukan orang-orang sukses di dunia adalah kekuatan mereka dalam bertanggung jawab penuh." (Michael Court)4. Persepsi yang Sadar (Kemampuan luar biasa pada manusia adalah persepsi atau pengetahuan akan sesuatu. Perubahan yang hakiki bermula dari pikiran dan persepsi Anda)
"Persepsi adalah awal perubahan dan perubahan adalah awal kemajuan" (Ibrahim Elfiky)5. Menentukan Tujuan (Tentukan tujuan Anda pada tujuh aspek kehidupan berikut : Spiritual, Kesehatan, Kepribadian, Keluarga, Sosial, Profesi, dan Material)
"Jika kita menyadari keberadaan kita dan tahu apa yang kita inginkan maka kita pasti tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana mendapatkannya" (AbrahamLincoln)6. Dukungan dari Dalam (tuliskan kelebihan Anda dan rasakan,yakinkan bahwa Anda itu bisa melakukan apa yang dilakukan orang lain,bahkan lebih baik)
"Jika Anda tidak mengetahui kemampuan Anda,tidak menghargainya dan tidak menerimanya sebagai kenyataan, bagaimana mungkin Anda dapat penghargaan dari orang lain?" (Ibrahim Elfiky)7. Waktu yang Positif (konsentrasi pikiran hal-hal yang positif pada waktu-waktu tertentu *meditasi)
"Duduk di tempat yang tenang dibawah cahaya sambil membaca an mempelajari pikiran generasi masa lalu adalah kebahagiaan tanpa batas bagiku" (Koichi Kondo)8. Pengembangan Diri (cari informasi untuk mengembangkan potensi diri *belajar)
"Hadiah terkecil yang dapat diberikan oleh seseorang untuk dirinya sendiri adalah menjadi sebaik-baiknya" (Ibrahim Elfiky)9. Diam dan Renungan Harian (menenangkan diri,mengevaluasi diri nikmati ketenangan hidup sambil merenung)
"Kesengsaraan manusia terletak pada ketidakmampuannya untuk diam" (Pascal)
10. Perhatian Individual dan Kegiatan Harian (lakukan kegiatan hiburan untuk melepas penat setelah belajar/bekerja)
"Hiburan memiliki kekuatan terapi luar biasa. Ia menjauhkan Anda dari tekanan hidup sehari-hari serta membawa Anda pada ketenangan dan kebahagiaan" (Ibrahim Elfiky)
Surat Dari Sahabat #rulesoflife
Perhatikan pikiran Anda sebelum berubah menjadi konsentrasi
Perhatikan konsentrasi Anda sebelum berubah menjadi perasaan
Perhatikan perasaan Anda sebelum berubah menjadi perilaku
Perhatikan perilaku Anda sebelum berubah menjadi hasil
Perhatikan hasil yang Anda dapat sebelum menentukan jalan hidup Anda
Anda bukan label yang disandingkan oleh Anda sendiri, dan bukan label yang disandangkan orang lain pada Anda
Anda bukan kesedihan,kecemasan,kekhawatiran,frustasi atau kegagalan
Anda bukan usia,berat badan,bentuk tubuh atau warna kulit Anda
Anda bukan masa lalu,saat ini,dan masa yang akan datang
Anda adalah makhluk yang paling baik diciptakan Allah
Jika ada orang mampu mewujudkan sesuatu di dunia,Anda pasti bisa mewujudkan,bahkan bisa lebih baik
Ingatlah bahwa malam adalah awal bagi siang
Musim dingin adalah awal bagi musim panas
Penderitaaan adalah awal bagi ketenangan
Kesulitan adaah awal bagi kebaikan
Sikap optimis pada kebaikan adalah awal kekuatan diri
Anggaplah sebagai babak akhir kehidupan Anda
Hiduplah dengan cinta kepada Allah
Hiduplah dengan meneladani akhlak Rasulullah saw
Hiduplah dengan cita-cita
Hiduplah dengan perjuangan
Hiduplah dengan kesabaran
Hiduplah dengan cinta
Hargailah kehidupan
cc:@IbrahimElfiky
Jadi Underdog Menang,Jadi Unggulan Kalah (Part1) #mystory
Kali ini gua mau ngasih tips gimana sih biar bisa lolos Olimpiade Sains sampai tingkat Nasional? Fyi,gua pernah ikut OSN Astronomi tingkat Nasional tahun 2014 dan kali ini gua mau ngeshare pengalaman gua ikut OSN. I hope you enjoy read my experience. If you have any feedback,dont hesitate to inform me. Thank you.
Oke now,kita mulai aja ya. Bagi sebagian orang denger kata 'OSN' aja udah ngeri,apalagi ikut lombanya,iya kan? Apalagi buat orang yang bersekolah di sekolah yang gapernah ada sejarah OSN nya,beda lah ama yang udah langganan bahkan OSN terasa hambar kalo gaada sekolah itu. Fyi,gua sekolah di SMAN 113 Jaktim. *pasti elu banyak yang gatau sekolah gua dimana
PERSIAPAN MINIM,HASIL MAKSIMAL (Nothing To Lose)
Di sekolah gua ini dan mungkin di kebanyakan sekolah lain itu gaada pelatihan/pembinaan sebelum seleksi OSN tingkat kota,bahkan gaada seleksi(gurunya asal pilih aja gitu). Misalpun ada itu paling cuma beberapa hari aja. Beda lah ya sama sekolah 'langganan' yang persiapan berbulan-bulan dengan mentor-mentor hebat. Dan gua pun yang masih kelas 10 'ditarik' ikut seleksi tingkat kota dengan hanya persiapan 5 hari *mau dapet apa coba,belajar buat OSK cuma 5 hari :p . Tapi gua coba maksimalin persiapan itu dengan cari-cari soal dan pembahasan soal-soal tahun sebelumnya dan pelajari buku yang dikasih guru gua,yang isinya tuh cacing-cacing semua(integral dan penurunannya) ,apalagi gua baru kelas 10 mana ngerti integrall begitu2an.
Singkat cerita gua ikut OSK dan gua pun ikuti dengan nothing to lose . Just Do It aja sih gua mah, lakukan yang terbaik ga peduli gua berasal dari sekolah yang gaada tradisi OSN dan persiapan pas-pasan. Seminggu setelah OSK,gua bak mimpi di siang bolong, ada kaka kelas gua ngasih selamat kalo gua lolos ke tahap berikutnya dapet peringkat 9 Jaktim dari 25 orang yang lolos. Fyi,Jaktim itu gudangnya sekolah hebat macam 81,48,61,MHT,dan masih banyak lagi(Ya hampir sama lah kaya Jaksel). Dan gua bersyukur banget yang 10 besar ikut pelatihan tambahan di Puncak,Bogor (sejak 2015-sekarang udah gaada pelatihan tambahan kaya gitu di Jaktim,langsung ke PraOSP). Di pelatihan kelihatan banget perbedaan kelasnya gitu deh,gua ga ngerti apa2 disitu. Tapi itu jadi penyemangat gua untuk rajin 'nanya' dan terus belajar biar bisa lanjut ke tahap berikutnya. Pokoknya gua belum bisa keluar dari kelas kalo masih belum ngerti materinya :v
Lanjut lah gua ke seleksi berikutnya tahap Pra Provinsi. Dari 125 orang seluruh DKI,diambil 50 orang saja. Dengan bekal pelatihan di Puncak itu gua menatap seleksi kali ini dengan penuh percaya diri. Alhasil gua berhasil lolos dapet peringkat 16 DKI. Bagi gua itu prestasi yang luar biasa,seumur-umur sejak SD,SMP.*Lolos sampe tingkat kota aja udah seneng banget wkwkw
DEATH OR LIFE (Olimpiade Sains Provinsi/OSP 2014)
Nah ini dia masa-masa yang bisa dibilang penentu kalo kata di pertandingan bola tuh death or live gitu. Karena apa? Karena jika bisa lolos ke tahap berikutnya (tingkat Nasional),bisa dijamin dapet medali (you know lah,DKI itu unggulan utama di OSN) dan jika gagal,yaudah mentok gitu aja gadapet apa-apa. Lama pelatihan yang cukup panjang,ya approximate satu bulan lah, membuat gua semakin terlatih dengan model soal-soal OSN. Disini gua menghadapi beberapa tryout dan hasilnya peringkat gua fluktuatif,kadang di atas 10 besar,kadang juga cuma di 20 besar. Ya memang sih kemampuan siswa di OSP Astronomi kali ini kekuatannya hampir sama,dan berasal dari sekolah-sekolah ternama macam Penabur,SMA 8,81,MHT,dan lain-lain. Lagi-lagi gua jadi underdog disini. Tapi gua tetep semangat,rajin nanya ke kakak-kakak alumni OSN tahun-tahun sebelumnya (Astronomi DKI punya banyak alumni yang ngumpul di forum namanya FPA).
Okelah sebulan berlalu,dan saatnya gua mengikuti OSP bersama 49 peserta lainnya. Saat yang menentukan pun tiba. Gua mengerjakan soal dengan percaya diri,dan yakin kalau gua tidak lagi bisa diremehkan. Alhamdulillah,gua lancar bisa mengerjakan soal. Ya paling ada satu dua soal yang gabisa,tapi ya gapapa lah. Sambil menunggu pengumuman,gua terus berdoa semoga bisa lolos ke tingkat Nasional,biar perjuangannya selama ini ga nanggung,mentok gitu aja di provinsi.
(to be continued)
Oke now,kita mulai aja ya. Bagi sebagian orang denger kata 'OSN' aja udah ngeri,apalagi ikut lombanya,iya kan? Apalagi buat orang yang bersekolah di sekolah yang gapernah ada sejarah OSN nya,beda lah ama yang udah langganan bahkan OSN terasa hambar kalo gaada sekolah itu. Fyi,gua sekolah di SMAN 113 Jaktim. *pasti elu banyak yang gatau sekolah gua dimana
PERSIAPAN MINIM,HASIL MAKSIMAL (Nothing To Lose)
Di sekolah gua ini dan mungkin di kebanyakan sekolah lain itu gaada pelatihan/pembinaan sebelum seleksi OSN tingkat kota,bahkan gaada seleksi(gurunya asal pilih aja gitu). Misalpun ada itu paling cuma beberapa hari aja. Beda lah ya sama sekolah 'langganan' yang persiapan berbulan-bulan dengan mentor-mentor hebat. Dan gua pun yang masih kelas 10 'ditarik' ikut seleksi tingkat kota dengan hanya persiapan 5 hari *mau dapet apa coba,belajar buat OSK cuma 5 hari :p . Tapi gua coba maksimalin persiapan itu dengan cari-cari soal dan pembahasan soal-soal tahun sebelumnya dan pelajari buku yang dikasih guru gua,yang isinya tuh cacing-cacing semua(integral dan penurunannya) ,apalagi gua baru kelas 10 mana ngerti integrall begitu2an.
Singkat cerita gua ikut OSK dan gua pun ikuti dengan nothing to lose . Just Do It aja sih gua mah, lakukan yang terbaik ga peduli gua berasal dari sekolah yang gaada tradisi OSN dan persiapan pas-pasan. Seminggu setelah OSK,gua bak mimpi di siang bolong, ada kaka kelas gua ngasih selamat kalo gua lolos ke tahap berikutnya dapet peringkat 9 Jaktim dari 25 orang yang lolos. Fyi,Jaktim itu gudangnya sekolah hebat macam 81,48,61,MHT,dan masih banyak lagi(Ya hampir sama lah kaya Jaksel). Dan gua bersyukur banget yang 10 besar ikut pelatihan tambahan di Puncak,Bogor (sejak 2015-sekarang udah gaada pelatihan tambahan kaya gitu di Jaktim,langsung ke PraOSP). Di pelatihan kelihatan banget perbedaan kelasnya gitu deh,gua ga ngerti apa2 disitu. Tapi itu jadi penyemangat gua untuk rajin 'nanya' dan terus belajar biar bisa lanjut ke tahap berikutnya. Pokoknya gua belum bisa keluar dari kelas kalo masih belum ngerti materinya :v
Lanjut lah gua ke seleksi berikutnya tahap Pra Provinsi. Dari 125 orang seluruh DKI,diambil 50 orang saja. Dengan bekal pelatihan di Puncak itu gua menatap seleksi kali ini dengan penuh percaya diri. Alhasil gua berhasil lolos dapet peringkat 16 DKI. Bagi gua itu prestasi yang luar biasa,seumur-umur sejak SD,SMP.*Lolos sampe tingkat kota aja udah seneng banget wkwkw
DEATH OR LIFE (Olimpiade Sains Provinsi/OSP 2014)
Nah ini dia masa-masa yang bisa dibilang penentu kalo kata di pertandingan bola tuh death or live gitu. Karena apa? Karena jika bisa lolos ke tahap berikutnya (tingkat Nasional),bisa dijamin dapet medali (you know lah,DKI itu unggulan utama di OSN) dan jika gagal,yaudah mentok gitu aja gadapet apa-apa. Lama pelatihan yang cukup panjang,ya approximate satu bulan lah, membuat gua semakin terlatih dengan model soal-soal OSN. Disini gua menghadapi beberapa tryout dan hasilnya peringkat gua fluktuatif,kadang di atas 10 besar,kadang juga cuma di 20 besar. Ya memang sih kemampuan siswa di OSP Astronomi kali ini kekuatannya hampir sama,dan berasal dari sekolah-sekolah ternama macam Penabur,SMA 8,81,MHT,dan lain-lain. Lagi-lagi gua jadi underdog disini. Tapi gua tetep semangat,rajin nanya ke kakak-kakak alumni OSN tahun-tahun sebelumnya (Astronomi DKI punya banyak alumni yang ngumpul di forum namanya FPA).
Okelah sebulan berlalu,dan saatnya gua mengikuti OSP bersama 49 peserta lainnya. Saat yang menentukan pun tiba. Gua mengerjakan soal dengan percaya diri,dan yakin kalau gua tidak lagi bisa diremehkan. Alhamdulillah,gua lancar bisa mengerjakan soal. Ya paling ada satu dua soal yang gabisa,tapi ya gapapa lah. Sambil menunggu pengumuman,gua terus berdoa semoga bisa lolos ke tingkat Nasional,biar perjuangannya selama ini ga nanggung,mentok gitu aja di provinsi.
(to be continued)
Langganan:
Postingan (Atom)